Senin, 24 September 2012

Di Sebuah Kedai Kopi

"Kamu pesen apa?"
"Disini yang enak apa?"
"Coffee-lattenya enak. Ada juga irish coffee, terus macchiato, kopi tubruk juga ada."
"Kamu kok lebih cerewet dari waiternya sih?"
"Haha, udah langganan sih."
"Bakat jadi tukang obat kamu, pinter nyerocos"
"Jadi pesen apa?"
"Apapun yang kamu pesen, kaliin dua deh."
"Sialan, percuma dong aku jelasin."
"Haha, siapa juga yang minta dijelasin."
"Coffee-latte dua, tiramisu dua, mas."
"Coffee-latte dua, tiramisu dua. Ditunggu."

Notice me
Take my hand
Why are we
Strangers when
Our love is strong
Why carry on without me?

Everytime I try to fly
I fall without my wings
I feel so small
I guess I need you baby
And everytime I see you in my dreams
I see your face, it's haunting me
I guess I need you baby

"Eh, eh, dengerin deh!"
"Kamu kentut ya?"
"Bukan tau. Dengerin lagu ini, nih."
"Ah, aku tau nih, sering denger di radio."
"Lagu siapa coba?"
"Mariah Carey ya?"

"Ngarang!"
"Adele?"
"Bukan, Britney Spears tau!"
"Nah itu maksudku."

"Bilang aja nggak tau susah amat."
"Lagu galau, bukan seleraku nih."
"Dasar belagu."

**
I make believe
That you are here
It's the only way
I see clear
What have I done
You seem to move on easy

"Mbak, permisi, toko kami sudah mau tutup. Mbak bisa datang lagi besok."
"Oh, iya, maaf, mas. Terima kasih."

"Itu mbak-mbak yang suka ngobrol sendiri itu kan?"
"Iya. Terus pesen dua gelas kopi, tapi yang diminum cuma satu."
"Tiap hari kerjaannya nungguin toko tutup, kalau nggak ditegur nggak pulang."
"Kenapa ya tuh orang?"
"Tau, sakit jiwa kali."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.