Kita melihat orang-orang berbicara dengan
dahi berkerut dan air mata, beberapa menutup
mulut dengan sesak di dada.
Begitupun suara derap langkah kaki yang
semakin nyata dengan hingar suara sepi yang
semakin ada, ia membuat petunjuk dengan
jejak sepatu kalau-kalau kita tersesat dan
ingin pulang buru-buru.
Kita cerita yang tak akan pergi kemana-mana
sebab tak seorangpun bisa memberi judulnya
Tuhan masih belum mau menuliskan epilog,
mungkin Dia menyukai bagaimana
masing-masing dari kita saling menerka.
Kita sepasang yang sengaja melupakan selamat tinggal,
sebab kita sama-sama tahu akhir adalah dimana
kita memulai sesuatu yang baru.
Kutulis kau dalam setiap catatan kaki dari sebuah
cerita yang tak henti kubaca kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Well, I don't hate comments.