Selasa, 09 April 2013

The Slow Calm Snail-mail

Beberapa bulan lalu, guru Bahasa Inggris saya memberi kelas saya tugas akhir semester untuk mencari sahabat pena atau mencari teman snail-mail. Istilah snail-mail diambil dari kata dalam Bahasa Inggris, snail yang artinya siput dan mail yang artinya surat. Jadi, snail-mail berarti kegiatan surat menyurat melalui pos yang memakan waktu lama untuk sampai seperti siput sehingga orang menyebutnya snail-mail.

Saya memilih jejaring sosial Interpals untuk mencari sahabat pena. Disana, kita bisa menambahkan teman, menulis di dinding, mengirim pesan dan mengunggah foto. Selain itu, kita juga bisa chatting di international zone seperti pada MIRc. Kita tidak bisa langsung meminta orang untuk snail-mailing begitu saja, tentu kita harus mengakrabkan diri dulu dengan mereka. Beberapa permasalahan yang biasanya kita temui dalam mencari teman yaitu; orang hanya menanggapi pembicaraan sekenanya. Kita juga harus tahu, seperti di dunia nyata, tidak semua orang memiliki niat baik. Tidak sedikit orang yang melakukan penipuan dan membicarakan hal-hal kotor di Interpals. Selain berhati-hati, untuk mendapat teman yang baik dan menyenangkan, kita perlu bersikap terbuka. Salah satu alasan orang yang bergabung di Interpals adalah untuk mengetahui kebiasaan dan budaya di luar negaranya. Jika mereka telah merasa akrab, tentu mereka akan menerima ajakan kita untuk snail-mailing.

Mengirim snail-mail dilakukan melalui kantor pos dengan tarif yang tentunya berbeda dengan surat yang biasa kita kirim ke luar kota. Ada dua sistem yang bisa kita gunakan. Pertama, dengan sistem tercatat. Tarifnya bergantung pada berat surat kita dan waktu sampainya berkisar antara 2-4 minggu. Kedua, dengan sistem perangko. Disini, kita hanya perlu membayar biaya pembelian perangko, bukan biaya pengiriman surat. Namun, waktu sampainya surat tidak terjamin. Tidak hanya surat, kita juga dapat saling bertukar kartu pos atau cinderamata dengan sahabat pena kita, seperti gantungan kunci, koin dll. Biasanya para filatelis melakukan snail-mail untuk mendapatkan perangko dari luar negeri. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita harus berhati-hati dan hanya memberikan alamat rumah kita kepada sahabat pena kita saja.

Saya sendiri memiliki dua orang sahabat pena, yang pertama bernama Sarah Frank yang berusia 15 tahun dari Jerman. Saya sering bertukar kartu pos dan koin dengan Sarah. Selain itu, karena kami sama-sama gemar membuat puisi, seringkali kami saling mengirimkan puisi kami setelah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Saya juga sempat meminta dia untuk mengajarkan Bahasa Jerman kepada saya. Sahabat pena saya yang kedua bernama Sofrino Andal Jr dan ia biasa dipanggil Ren, Umurnya 22 tahun dan ia sedang menyelesaikan studinya mengenai Electrical Engineering di Manila.

Tidak hanya pengalaman manis yang saya dapatkan dari snail-mailing. Ada pula beberapa pengalaman pahit yang saya dapatkan. Saat itu, saya mendapat alamat seorang sahabat pena dan ia meminta saya untuk mengirim surat lebih dahulu. Saya pun menyanggupinya. Setelah sekitar dua minggu, teman saya tersebut mengabarkan bahwa surat tersebut sudah sampai. Namun, setelah tiga bulan, ia tidak membalasnya. Dalam snail-mailing, jangan terpaku untuk mencari banyak teman, apalagi untuk mendapatkan cinderamata. Fokuskan pada beberapa teman sehingga kita bisa menjalin pertemanan yang intens. Pertemanan seperti ini bisa menghilangkan rasa jenuh kita dari dunia nyata. Terkadang kita merasa kehidupan kita sangat monoton. Dengan snail-mailing, kita bisa menambah pengetahuan kita, baik dari segi sosial, budaya hingga bahasa, tergantung seberapa besar kenginan kita untuk belajar.

7 komentar:

  1. Kak biayanya ke jerman berapa?? sama perangko?? trus diterima berapa minggu sama Sarah Frank??
    Terima kasih

    BalasHapus
  2. Biaya pengirimannya waktu itu sekitar Rp 20.000,- sampai Rp 35.000,- tergantung berat suratnya, kadang saya menyelipkan postcard, permen, atau benda lain yang membuat surat jadi lebih berat. Kalau diterimanya, saya tidak bisa memastikan juga sih. Namun, biasanya saya menerima surat dari dia sekitar satu atau dua bulan sekali. Jadi, kira-kira diterimanya kurang dari itu~

    BalasHapus
  3. Kak, aku jadi bingung. Kemarin aku tanya² ke kantor pos, biaya ke Belanda Rp400.000 & diterimanya seminggu. Apakah semahal itu?

    Tolong jelaskan kak (T_T)

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Wah mohon maaf kurang paham juga sih. Mungkin itu tarif yang terbaru, ekspres, atau memang tarif ke Belanda harganya semahal itu. Bisa ditanyakan juga ke kantor posnya juga pilihan jenis pengirimannya, siapa tahu ada yang lebih murah.

    BalasHapus
  6. Halo. Numpang nimbrung ya...
    Setahu aku ngirim surat (biarpun ada isinya yang cukup berat) nggak sampai semahal itu. KALAUPUN MAHAL, orang POS -nya pasti nyaraninnya yang registered. Coba buka Peraturan KOMINFO no. 29 tahun 2013. Di situ ada daftar tarif yang ada. Bisa dicek sendiri. :))

    BalasHapus
  7. Waaah terima kasih info tambahannya. Semoga membantu ya~

    BalasHapus

Well, I don't hate comments.