Kamis, 08 Mei 2014

Jika Istrimu Seorang Penulis

Apakah yang ada dalam pikiranmu jika kau mendengar kata penulis? Mungkin seorang kutu buku dengan kacamata tebal atau seorang pecinta aksara yang selalu terlihat bersama laptopnya. Mungkin juga seorang penghemat kata yang punya banyak diksi nyata atau seorang yang supel dengan idealisme tinggi.

Jika istrimu kelak adalah seorang penulis, kau akan akrab dengan buku-buku lama atau nama-nama sastrawan yang tak kau tahu siapa. Mungkin kau akan menerka-nerka siapa itu Sutan Takdir Alisjahbana dan mengapa ia suka sekali membicarakannya. Mungkin kau akan penasaran siapa itu Abdul Muis dan mengapa ia menjadikannya panutan dalam menulis.

Jika istrimu kelak adalah seorang penulis, kau akan menemukan satu waktu dimana ia sibuk di depan layar atau dikejar-kejar deadline editor. Kau juga akan menemukan satu waktu dimana ia harus pergi keluar kota untuk melakukan bedah buku atau promosi. Jika nanti kau menemukan waktu itu, tetaplah ingat bahwa kota-kota hanyalah nama seperti jarak kepada angka; dan rindu bukanlah alasan untuk khawatir.

Jika istrimu kelak adalah seorang penulis, kau akan mendapati namamu dalam setiap kata pengantar buku tulisannya atau kebiasaan-kebiasaan kecilmu yang menjelma karakter ceritanya. Kau akan menemukan karya dimana seluruhnya berujung pada satu nama, yang tak lain kaulah pemiliknya. Namamu akan menjadi puisinya yang paling indah, yang tanpa alasan, yang tak mampu terjelaskan.

Jika istrimu kelak adalah seorang penulis, kau akan menemukan satu waktu dimana kalian bedebat tentang paham masing-masing. Maka, pastikanlah kalian saling mendengarkan satu sama lain, tak hanya aspirasi yang dijelaskan berapi-api, tetapi juga celoteh-celoteh tengah malam ataupun rindu yang berdegup disaat kalian saling diam.

Jika istrimu kelak adalah seorang penulis, aku yakin kau akan suka membaca. Tidakkah kau ingin tahu bagaimana manisnya ia menggambarkan sosokmu? Tidakkah kau ingin belajar bagaimana ia mengungkapkan sesuatu yang belum pernah kau dengar? Maka, membacalah.

Jika istrimu kelak adalah seorang penulis, kau adalah dongeng yang tak bosan-bosan ia ceritakan sekalipun Putri Salju telah tertidur mendengarkan dan Peter Pan telah dewasa dibuatnya. Ia akan menulis cerita tentang kalian yang takkan pernah habis kau baca, serupa kehidupan kecil kalian yang ia harap akan lebih abadi dari selamanya.

Jika istrimu kelak adalah seorang penulis, ia akan tetap menjadi perempuanmu yang setia menunggu di rumah. Akan ia tunggu setiap pagi dengan secangkir kau yang manis dan hangat. Serta tiga detik senja yang berujung di matamu— juga ia yang tak pernah bosan terkagum dalam bisu. Lalu pakailah kacamatamu dan siapkan isi kepala, yang tak pernah mampu sempurna ia terka sekalipun mencoba sekuat tenaga. Ia akan menunggu dengan manis sampai kau pulang bekerja, sambil menulis dan tetap jatuh cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.