Pertemuan yang ditunggu, namun tak terencana, Tak ada tatap mata, apalagi kata. Langkah-langkah dengan memikirkanmu, degup dengan menerka-nerka namamu. Siapa?
Pemahaman bahwa kita tak perlu bergantung pada satu nama. Ada satu kuasa yang mencukupkan segalanya, memastikan semuanya. Allahu ghayatuna, bukan yang lainnya.
Mengaburkan aksara yang terlah tertata, memperjelas doa dan usaha.
Jika kita rindu, jadikanlah rindu itu mahal. Jika kita cinta, jadikanlah cinta itu mulia. Jika kita berpegang pada tuntunan yang sama, pasti akan dipertemukan. Semoga dalam doa, kita berucap lirih yang sama.
Untukmu, entah siapa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Well, I don't hate comments.