Jumat, 07 Agustus 2015

Nanti

Ada suatu hari dimana kami mengingatmu dengan memakai baju abu-abu. Ketika hati tak bisa mengungkapkan apapun selain namamu, gemetar tangan kami menjelma doa yang semoga bisa meneduhimu.

Mereka mengira ini pertemuan terakhir kita.

Tapi, terima kasih telah menjadikan kami lebih kuat untuk menghadapi kehilangan sementara, kesedihan tiba-tiba dan kau yang tak lagi sama.

Terima kasih telah mengingatkan kami bahwa sejatinya kematian itu dekat. Terkadang ia menggenggam erat, menyentuh jemari atau menjelma angin sehari-hari.

Terima kasih telah membuat kami ingat untuk bersyukur, bahwa patah demi patah napas kita adalah berkah, setiap langkah kaki adalah pemberian Yang Maha Pemurah dan kehadiranmu adalah anugerah.

Jangan takut, sebab kami tak takut.

Jangan sedih, sebab kita akan bertemu lagi.

Nanti.

Selamat jalan Adinta Ridaura (16 Juni 2015) dan Aviv Alwan (07 Agustus 2015).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.