Rabu, 02 September 2015

Epilog

Pada pertemuan yang akan semakin mudah dihitung jari hingga mungkin tak ada lagi, aku menjaga diri, menyederhanakan rasa. Mungkin juga menjadikannya tiada, sebab ia tak ubahnya rindu dan angin. Biarkan ia datang, tinggal dan pergi.

Pada pemilik senyum menenangkan, engkau adalah awal yang datang di akhir: penghujung saat kau akan lepas, tepat ketika aku mulai berusaha keras. Pada akhirnya, yang aku mampu hanya berusaha mengikhlaskanmu. Semoga keberhasilan datang sejalan dengan usaha keras dan pengabdianmu, bersama dengan rekam jejakmu yang membanggakan, aku mendoakan.

Pada rindu yang sedang berkecil hati, aku tak ingin mencari. Aku berterima kasih pada nyali yang tak ada dan sebaiknya tak pernah ada. Mari menjaga diri, semoga dipermudah langkah kita untuk menjadi lebih baik lagi.

Jika cinta begitu rumit, ubahlah ia menjadi perkara yang kauikhlaskan.

Pada inisial yang sama dan waktu sela kelahiran kita, aku memang bukan siapa-siapa. Tapi biarkan aku jatuh cinta. Begini saja.

Kalimat bercetak miring adalah kutipan dari Andi Gunawan dalam Pelajaran yang Tak Pernah Kuselesaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.