Kamis, 24 Agustus 2017

Cerita Magang Vol. 3 : Tentang Jas Almamater

Siang ini, aku baru saja pulang dari sekolah tempatku mengajar. Aku melepas jas almamater yang kugunakan sejak pagi dan menggantungnya di sudut kamar. Setelah kuperhatikan, ternyata lengan bagian bawahnya tergores warna-warna krayon. Mungkin karena tadi aku meletakkan lenganku di atas krayon-krayon yang kertas pembungkusnya sudah terlepas.

Pada hari-hari lain, ia terkena debu-debu kapur : dari bagian bawah lengan, hingga bagian belakangnya. Mungkin, ia terkena tangan anak-anak yang penuh dengan debu kapur. Mereka berkejaran, bersembunyi di belakangku, dan menarik bagian bawah almamaterku, setelah aku mengajak mereka menggambar di papan tulis untuk menunggu waktu pulang.

Pada hari-hari lain aku bertanya-tanya dari mana serat-serat debu bisa menempel di bagian lengan jas almamaterku. Akupun menyadari bahwa pagi harinya, aku menemani murid kesayanganku melihat sarang laba-laba di halaman sekolah. Beberapa kali aku melarangnya untuk menyentuh sarang laba-laba tersebut. "Nanti rumah laba-labanya rusak. Dilihat aja ya." kataku. Namun, ia tetap menarik sarang laba-laba yang ada di hadapannya. Mungkin setelah itu, ia menyentuhkan tangannya pada jas almamaterku.

Ia semakin usang, karena hampir setiap hari kugunakan di atas kemeja untuk menempuh perjalanan ke sekolah tempatku mengajar. Terkena peluh, baik peluhku, maupun peluh anak-anak yang terkadang duduk di sebelahku setelah berlarian di halaman sekolah. Meskipun memang, ia tidak sesering itu kugunakan untuk turun ke jalan, datang ke konferensi, atau presentasi di hadapan para juri.

Bisa jadi, apa yang kita lakukan hanyalah kewajiban akademik, mungkin juga kewajiban organisasi. Namun, seberapa besar kebermanfaatannya ada di tangan kita. Maka sebaiknya begitulah perjuanganmu. Kau menyadari penuh apa yang kaukerjakan dan apa tujuannya. Namun, (dalam tanda kutip) jangan pernah sadar akan manfaatnya. Agar kau selalu bersemangat untuk terus bermanfaat.

Mengutip dari Wandra, kita semua sedang berjuang, kawan. Apapun medannya. Aromai jas almamatermu dengan perjuangan.

Apapun itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.