Minggu, 17 April 2011

Transmisi

Terlintas riwayat rindu yang pernah kau toreh di kalbu
Tersimpan rapi dalam memori otak kananku
Ditemani selapis kehangatan yang kau embuskan
Sebait rayuan yang kau tebarkan
Yang menjadi acuan utama untukku berkelana
Mengobrak-abrik kastil di hatimu
Mencari suatu rasa yang hilang ditelan waktu
Namun jenuh!
Terlayang cinta semu darimu, entah ada atau tidak

Rasa inilah yang mulai bertransmisi
Menjadi suatu luka yang kian perih, bernanah
Tergores bayangan dibalik topeng
Tak menipu orang lain tapi kenapa aku?
Seperti terhipnotis
Duduk diam dengan asa melayang tak tentu arah

Ah, biar saja, kau bukanlah prioritas
Aku sudah tak bisa beralasan lagi, tepatnya tak punya
Terlalu sukar untuk dipahami, terlalu rumit untuk dicerna akal
Harapanku hanya engkau, layaknya relasi, satu
Tapi harapanmu? Bercabang
Akalku terbatas untuk memahami sesuatu yang belum ku kenali
Aku merasa asing
Aku berhenti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.