Sabtu, 24 September 2011

Satu Jam Seperempat

Pada bocah jangkung bermata empat
yang membuat satu jam terasa cepat.
Sekalipun hanya bercanda jika sempat,
semua pertemuan singkat, semua isyarat
akan ku simpan dalam-dalam, akan ku tutup rapat-rapat.

Pada bocah galak berambut landak
yang kata sahabatku seperti teroris, karena memang berwajah egois.
Tetapi juga seperti gerimis, yang bisa saja sangat manis.

Di satu jam lebih seperempat
ia memperdengarkanku tentang semangat
juga bagaimana rindu teramat
yang ternyata harus dilipat
dan dipegang erat-erat.

Ingin ku habiskan dengannya lebih dari ini,
dari sekadar bersama minum teh poci
atau bagaimana saling melingkarkan jari.

Hadiah kecil untukmu saat berumur lima belas tahun. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.