Kamis, 29 Desember 2011

Pada Malam Ke Dua Puluh Lima

Terdengar suara berisik di perapian
Lalu aku bangun, berjingkat pelan-pelan

Ternyata Santa
dan aku teringat akan permintaan
yang belum sempat kupanjatkan.

Tetapi matahari 
memaksanya untuk pergi. 
Lalu ku teriakkan namamu, 
dan ia tersenyum kepadaku.

Hingga malam terakhir di ujung tahun
seorang kakek berbadan tambun 
masih belum menepati janjinya. 
Apa mungkin ia lupa?

Mungkin juga tak mendengarnya 
atau aku memang bukanlah hadiah yang kau minta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.