Sabtu, 19 Mei 2012

Angkringan Senja

Gaduh senja,
dalam sebuah kedai pinggir rel kereta.
Kamu yang duduk di situ,
riuh tawamu,
degup dan gemetar tanganku.
Celoteh masa depan
di antara bising laju kendaraan,
asap-asap angkutan
bersama bulir rindu yang beterbangan.
Temaram lampu malam
saat mata kita saling bertatapan,
terbias indah dari lensa matamu,
memantul jauh ke dalam hatiku.
Dari angkringan tepi jalan,
hingga jus buah lima ribuan
dan tempatmu menyampirkan genggaman.

Riuh tawa, senja dan kita.
Sederhana, selamanya.
Semoga saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.