Dewasa ini, hampir semua orang tua dibuat resah oleh kelakuan anaknya yang menyimpang dari norma-norma yang ada. Orang tua pun hanya bisa geleng-geleng kepala ketika kemarahan dan nasihat-nasihatnya tak mempan lagi untuk memperbaiki kelakuan menyimpang tersebut. Kita tahu, indikator utama pendorong pribadi remaja menuju ke arah yang baik maupun buruk yaitu keluarga dan teman sebaya, baik teman di lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah. Oleh karena itulah pada usia-usia kritis, yaitu 12-16 tahun, pergaulan remaja harus benar-benar diawasi dan ditempatkan pada lingkungan yang baik, karena pada saat itu, remaja berada pada tahap meniru apa-apa yang ada di lingkungannya.
Apabila pergaulan remaja tidak diawasi, masa dewasanya akan terganggu dan berada pada jalur yang salah. Disinilah peran sekolah sangat dibutuhkan oleh remaja. Tak heran, remaja berada di lingkungan sekolah 6-8 jam setiap hari, otomatis interaksi mereka dengan lingkungannya cukup banyak dilakukan di sekolah. Tak hanya belajar, kegiatan bermain dan bercerita pun lebih banyak dilakukan dengan teman sebaya mereka dibandingkan dengan keluarga.
Pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan dan pembentuk pribadi remaja sebaiknya menyadari peranan mereka dan berusaha mencegah penyimpangan-penyimpangan tersebut dengan memberikan banyak aktivitas yang menarik dan bermanfaat bagi remaja. Bukan dengan maksud menyibukkan, tetapi dengan maksud mencegah kenakalan remaja terjadi. Selain itu, kegiatan-kegiatan di sekolah akan melatih remaja mengatur waktu, menambah ilmu pengetahuan dan melatih mereka membuat skala prioritas dalam hidupnya. Remaja juga akan menjadi terbiasa menjalani kehidupan di universitas yang tentunya akan penuh dengan deadline.
Dapat kita lihat dari sekolah-sekolah ternama seperti Al-Azhar, LAB School dan beberapa sekolah di pusat kota lainnya. Mayoritas dari mereka menerapkan sistem full day dengan jam belajar yang melebihi sekolah biasa. Tugas-tugas dan ekstrakurikuler yang ada akan menyita waktu anak yang biasanya terbuang sia-sia. Dengan begitu kegiatan nongrong-nongkrong anak bisa dikurangi. Meskipun orang tua bekerja dan sibuk, anak tidak akan sempat memperhatikan kegiatan-kegiatan negatif di sekitar, apalagi mengikutinya. Dapat kita lihat pula, mayoritas dari lulusan sekolah tersebut memiliki posisi tinggi dan berperan penting dalam ekonomi negara.
Sekolah perlu menjadi pendidik yang cerdas. Sekolah harus memiliki solusi cerdik dalam mengemas pembelajaran di sekolah sehingga pembelajaran menjadi menarik dan diminati oleh remaja yang maish berada pada usia labil. jika tidak, generasi-generasi kita akan menjadi tidak karuan dan masa depan negara kita akan mudah terombang-ambing.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Well, I don't hate comments.