Salah satu
hal yang sedang menarik untuk saya adalah masalah cinta dan agama, hehe. Sedikit
geli jika disebut cinta. Tapi, cinta memang hal yang sangat universal dan tidak
pernah habis dibicarakan. Tapi pasti akan lebih menarik lagi jika dihubungkan
dengan masalah agama. Setiap agama pasti memiliki aturan-aturan sendiri tentang
akhwat dan ikhwan. Bagaimana harus bersikap, berbicara dan bersosialisasi. Dapat kita lihat, saat
ini media kita sedang diracuni oleh berita dan tayangan yang tidak sepatutnya
jika dilihat dari sisi agama. Misalnya saja sinetron yang menayangkan
remaja-remaja yang hidup seolah tidak punya batas. Pacaran seolah menjadi
trend, padahal bukan begitu yang agama ajarkan.
Beberapa
hari lalu saya iseng-iseng browsing mengenai konsep yang sudah sering kita
dengar yaitu konsep cinta karena Allah. Meskipun sudah akrab dengan konsep
tersebut, saya belum paham benar bagaimana arti dan penerapannya. Dan ternyata
banyak pula penafsiran mengenai konsep tersebut. Ada salah satu artikel yang mengatakan bahwa konsep cinta karena Allah itu dilihat dari alasan kita mencintai seseorang tersebut. Jika kita mencintai seseorang karena hal-hal yang beruhubungan dengan Allah, misalnya agama, ibadah dan kepribadiannya, hal itu bisa disebut cinta karena Allah. Jadi bukan semata-mata karena kecantikan, ketampanan atau kekayaannya.
Namun ada pula artikel yang mengatakan bahwa konsep
cinta karena Allah itu mengutamakan keihhlasan dalam mencintai dan menyerahkan perasaannya kepada Allah. Konsep tersebut mengarah pada beberapa kriteria, yaitu :
- Tidak terobsesi untuk memilikinya. Orang yang mencintai seseorang karena Allah maka dia tidak akan terobsesi untuk menjadikan orang yang dicintainya menjadi miliknya, karena dia tahu bahwa makhluk ciptaan Allah adalah milik Allah sepenuhnya. Kalau seseorang terobsesi untuk memiliki orang yang dicintainya maka kemungkinan itu adalah cinta karena nafsu. Tidak terobsesi juga berarti bahwa kalian siap untuk kehilangan orang yang kalian cintai itu.
- Tidak mengharap balasan. Seseorang yang mencintai sesorang karena Allah maka dia tidak
mengharapkan balasan apapun dari orang yang dicintainya. Misalnya saja ketika
kita berbuat kebaikan kepada seorang teman, tentu kita tidak akan mengharap
balasan darinya bukan? Insya Allah begitulah cinta yang ikhlas.
- Selalu berharap kebaikan untuknya. Ingat cerita Rasulullah yang selalu di caci maki oleh kafir Quraisy setiap hari? Tapi justru beliaulah yang pertama kali datang menjenguk orang tersebut saat sakit. Pasti sulit kan? Tapi kalau kita bisa melakukan itu, selalu mengharapkan yang terbaik untuk saudara-saudara kita maka mungkin kita sudah termasuk orang yang mencintai seseorang karena Allah.
Cinta karena Allah tidak hanya terpaku pada
tiga kriteria di atas, tetapi juga masih banyak aspek yang lebih luas yang
belum saya pahami. Rasulullah SAW bersabda :
“Ada tujuh golongan yang Allah akan naungi pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya; Imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan lagi cantik untuk berbuat mesum lalu dia menolak seraya berkata, “Aku takut kepada Allah,” seorang yang bersedekah dengan diam-diam sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kirinya, dan seseorang yang berzikir atau mengingat Allah dalam keadaan sendirian hingga dia menangis.” (HR. Al-Bukhari no. 600 dan Muslim no. 1031)
Cinta itu luas, bukan kepada lawan jenis saja, bisa
orang tua, sahabat dan yang paling utama adalah cinta kepada Allah. Yang perlu
digaris bawahi adalah bagaimana dan kapan kita mengungkapkannya. Jangan asal
mengungkap cinta jika kita tidak tahu apa maknanya dan bagaimana mencintai.
Apalagi berani mengungkapkan bahwa kita cinta karena Allah padahal kita belum
dekat dengan Allah. Tapi, harus kita yakini tidak ada cinta yang abadi selain
cinta Allah kepada hambanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Well, I don't hate comments.