Terkadang, kita perlu memahami bagaimana orang-orang yang jatuh cinta perlahan kemudian bertahan atau orang-orang yang berkelakar lalu ingkar. Begitu pun orang-orang yang pergi lalu kembali. Lalu, kuingat cinta yang mula-mula tumbuh dengan gegabah, sementara masa lalu pelan-pelan mendatangi kita dengan ramah.
Kita bukan seperti cangkir-cangkir yang hendak pecah, sebab mereka mampu tersakiti dengan jauh lebih tabah. Tapi beginilah kita; sepasang yang saling menyembunyikan air mata. Kau tahu, sayang, terkadang sesuatu yang diperlakukan terlalu hati-hati justru lebih mudah untuk tersakiti, begitulah aku; terlalu takut menyakiti hingga akhirnya kehilangan dan berakhir sendirian.
Kubayangkan mulai melepaskanmu dari genggaman, sebab hari telah petang, sayang; masing-masing dari kita punya jalan sendiri untuk pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Well, I don't hate comments.