Hari yang terik memang melelahkan; aku jadi rindu teduh matamu, juga aku yang berdegup buru-buru. Istirahat saja dibawah pohon beringin, dengarkan angin berdesir membawa rindu dan ingin, juga dedaunan yang gugur dengan dingin. Jika kau masih merasa peluh, singsingkan lengan kemejamu, biarkan ia mengambil kusut dari hatimu. Jangan buru-buru pulang, sebab jendela rumahmu tak akan bisa memberikan sejuk yang sama sekalipun itu hanya khayalanmu saja. Lalu aku akan duduk di sampingmu, melihat pikiran kita di langit, dimana kita saling menerka dengan sengit seperti kehidupan yang bisa saja begitu pahit. Juga pertengkaran yang tak ada habisnya tentang pukul berapa matahari esok akan tiba. Kau bilang ia akan tiba tepat setelah subuh. Namun kataku itu terserahmu, sebab matahari ada di kedua matamu, yang dengan kacamata kau sembunyikan, sebab kau tak ingin ketahuan Tuhan.
Tuhan Yang Maha Tahu dan Perkasa, tahu benar rasanya jatuh cinta. Pelan-pelan ditenggelamkannya matahari, sebab kedua matamu ada disitu, agar ia—dan kamu tak banyak tahu lagi tentang aku yang berdegup buru-buru juga jemariku yang bergetar rindu.
PS :
Pada tanggal 21 Maret posisi matahari tepat berada di atas garis ekuator atau disebut kulminasi, sehingga negara-negara yang berada di daerah ekuator akan merasakan cuaca yang lebih terik dari biasanya. Peristiwa ini terjadi antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Well, I don't hate comments.