Beberapa minggu ini saya menemukan bahwa lingkungan sosial dan masyarakatnya memang begitu dinamis. Beberapa orang yang kita kenal bertahun-tahun bisa berubah dalam sekejap tanpa kita sadari bagaimana itu terjadi. Beberapa orang berubah, sebagian menjadi lebih baik, sebagian terjengkang ke sisi gelap masyarakat, seperti hedonisme atau konsumerisme. Bisa saja sahabat yang kita kenal baik dan ramah bisa berubah drastis menjadi tukang gosip yang cuma bisa membicarakan laki-laki taksirannya— laki-laki dan wanita di bagian hidup sebelah sana sibuk duduk berdempet-dempetan sementara seharusnya kita sibuk meredam-redam perasaan. Aneh rasanya ketika kita tetap, atau setidaknya tidak sadar akan perubahan. Aneh rasanya duduk dan menontoni kehidupan, kita akan diberikan kenyataan-kenyataan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Terkadang kita menemukan beberapa kenyataan pahit yang terbungkus ilusi manis, seperti beberapa orang yang dekat dengan kita karena formalitas saja lalu enyah ketika kita butuh pelukan atau keluarga yang hidup dalam interaksi hambar, pulang pergi seperti kerja sif-sifan. It's kinda weird, you just don't want to do anything. It's kinda weird, you just don't want to meet anyone, isn't it?
I don't know what kind of feeling it is, critical, selfish or anything. Saya benci seseorang yang keras kepala, acara televisi yang menjerumuskan remaja, tren-tren yang membuat orang menjadi konsumtif, anak muda yang cuma bisa protes, orang yang memperlambat kerja orang lain, umpatan-umpatan tidak penting di sosial media. Saya benci ketidakteraturan, ketidakbenaran, ketidakjujuran. Nyatanya semua penyimpangan tersebut ada dimana-mana. I'm not a perfect angel without any mistakes, I'm just annoyed with that things. Ditambah lagi kebencian itu bertambah ketika orang-orang terdekat saja terjerumus ke dalamnya. Maybe this is why sometimes I love books more than people. I don't like people in school, I don't like people in society, I don't like home.
Saat kita harus menjalankan suatu hal yang bukan kewajiban kita. Namun di sisi lain hak kita juga tidak terpenuhi. People change, people manipulating, people lying, people stealing, people leaving. Orang-orang mengartikan Tuhan dengan analoginya sendiri, beberapa menjelaskan keajaiban Tuhan dengan nalar dan terkena skak bidak sendiri. Dunia ini aneh, atau mungkin orang-orangnya. Tapi saya juga bersyukur, jika tidak ada keanehan-keanehan tersebut kita tidak akan belajar.
Saya mencoba berpikir
rasional dan tidak menyalahkan secara sepihak. Saya pun mencoba berpikir
menelusur ke belakang dan saya sadar bahwa apa yang orang-orang bilang
itu benar. Kehidupan dan masalah akan semakin kompleks seiring
bertambahnya usia kita, bukan cuma usia kita yang semakin bertambah dan masalah kita semakin kompleks, tetapi juga usia dunia semakin bertambah dan otomatis kehidupan didalamnya semakin rumit.
All we have to do is just be grateful. I know this is life, but this is exhausting. I wanna find my society—my life. Dunia tidak sebaik yang saya kira—dan lebih jahat dari yang saya bisa bayangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Well, I don't hate comments.