Selasa, 02 Juli 2013

Tuhan yang Menjaga Doa

Disini satu kalimat pernah kauperdengarkan
diantara lambaian tangan dan kata-kata perpisahan.
Tentang aku yang tenggelam pada senja di matamu,
kau yang menemukan aku dalam setiap pagimu.

Seperti bagaimana kita saling mengenali,
sesamar bayangan kabur tanpa lensa,
namun seperti rusuk yang dengan mudah
mengenali setiap patah demi patah bagiannya.

Kita akan sampai pada waktu-waktu yang jauh
dan mengenalinya dengan nama masa depan.
Akan ada sudut-sudut berairmata yang butuh pelukan,
juga hari-hari yang tak berjalan sebagaimana mestinya.

Maka kubiarkan janjimu melingkar di belakang telingaku
atau seperti aku pada gagang kacamatamu,
sebab Tuhan selalu tahu cara membuat doa
tetap selamat hingga sampai di tempat yang jauh.

2 komentar:

  1. ah, you know, Jane Sulitstyowati Austen, ini menohok sekali :') you speak out my feelings :3 five thumbs up!

    BalasHapus
  2. You only have four thumbs, William. But, thank you!

    BalasHapus

Well, I don't hate comments.