Jumat, 24 Oktober 2014

Mungkin, Aku Saja

Persimpangan jalan dan sekelebat kendaraan, mungkin ada pertemuan yang tak kita perhatikan. Deja vu dan detak jantung yang tak biasa, mungkin ada pertanda yang tak kita mengerti artinya. Kau yang tak menyadari itu aku dan aku yang tak menyangka itu dirimu. Ada yang mengganggu, tapi tak cukup nyata untuk dijelaskan. Ada yang sesekali muncul dan menyesakkan. Mungkin, aku saja.

Aku yang masih menghitung mundur detik di traffic light saat menunggu.

Aku yang masih pelupa dan memasang pengingat dimana-mana.

Apakah minus mata kananmu lebih besar dari yang kiri? Aku tak pernah tahu. Aku masih ingat namamu. Kurasa, itu saja cukup untuk saat ini. Tak perlu mencari-cari, tak perlu melakukan yang tak berarti. Secukupnya saja, rahasia dan sederhana.

Kau yang membuatku khawatir, tapi tidak memaksa untuk tahu.

Kau yang membuatku berdebar, mungkin juga menunggu.

Terima kasih untuk menjadi lagu lama yang tetap menyenangkan dan membuatku ingat untuk tetap menjaga diri. Kupercayakan kau pada yang memilikimu seutuhnya. Segala yang mengganggu akan pergi, semua akan baik-baik saja. Jangan menyerah, jangan putus berdoa. Mungkin aku saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.