: Nyoman Ayu Tia Cindy
Pada waktu kita berusaha dewasa untuk saling menguatkan,
hingga satu dan dua langkah dari usia dua puluhan.
Kau yang bergitu keras, aku yang begitu bimbang.
Jalan-jalan yang kini kita lalui, persis seperti yang ada di dalam hati.
Kau tahu mengapa aku menjadi seperti sekarang,
aku tahu cerita-cerita yang menjadi alasan.
Kau yang serupa Februari dan aku mengingatmu
melalui pena tinta, es krim vanila serta warna ungu.
Berlama-lama di toko buku, bercerita hingga senja,
mengandaikan yang tak ada lalu tertawa.
We're happy, free confused in the best way.
It's miserable and magical just like Taylor Swift said.
Mulai dari pensil hingga penghapus—
apa yang menjadi milikmu akan kembali padamu.
Hingga kehadiran seorang sahabat yang tulus—
apa yang menjadi takdirmu akan menemuimu.
Selamat ulang tahun, Tia! As one of several persons who can make me be an extrovert in front of them, just in front of them, I thanked you.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Well, I don't hate comments.