Tumblr ternyata cukup menjadi inspirasi ya, hehe. Setelah saya sedikit banyak flashback mengenai awal menulis pada post sebelumnya. Saya ingin sedikit bercerita mengenai dua akun menulis yang saya miliki. Saya menulis di Blogger ini sejak kelas tiga sekolah menengah pertama, sekitar enam tahun lalu dan...tidak terasa. Jika sedang rajin atau ada yang ingin diceritakan, saya bisa menulis sekali atau dua kali dalam sebulan. Meskipun bisa dibilang sangat sedikit dibandingkan dengan mereka-mereka yang produktif menulis di luar sana. Kasarnya, akun ini menemani saya tumbuh, baik secara pemikiran maupun tulisan. Sejak kelas tiga sekolah menengah pertama, hingga kini saya berada pada tahun terakhir perkuliahan.
Saya menulis tanpa mengharapkan pembaca, meskipun memang saya mempublikasikan link tulisan terbaru saya melalui Twitter - media sosial yang cukup ramai saat itu. Justru saya malu apabila tulisan-tulisan saya dibaca oleh orang-orang yang saya kenal, apalagi objek yang menjadi sumber tulisan saya tersebut -meskipun ada senangnya juga. Saat duduk di sekolah menengah atas, saya juga aktif mengikuti beberapa challenge menulis online dan mengirimkannya untuk dipublikasikan di website komunitas. Sebagai anak remaja yang baru bertumbuh, saya sangat anti dengan menulis di blog untuk bercerita tentang perasaan -kecuali hal tersebut disampaikan dengan bahasa yang indah dan tidak terlalu lugas pada maknanya. Maka, jadilah beberapa tulisan saya, entah yang berbentuk puisi, sajak, cerita pendek, dan yang lainnya. Saya masih ingat ketika saya perlu duduk di depan laptop seharian untuk menghasilkan satu post tulisan. Hingga akhirnya, saya aktif-aktifnya menulis ketika saya duduk di sekolah menengah atas. Terkadang saya juga tidak habis pikir bagaimana bisa kata-kata tersebut terangkai, meskipun memang terdapat tulisan yang bisa dibilang menggelikan ketika dibaca saat ini. Tapi, seorang penulis tidak akan berproses jika ia belum bisa menertawakan tulisannya sendiri bukan?
Hingga akhirnya, beberapa waktu lalu, saya membuat sebuah akun menulis lain, yaitu Tumblr. Sebenarnya, keinginan membuat akun Tumblr sudah ada sejak saya duduk di sekolah menengah pertama, dan saya pun pernah membuatnya. Namun, karena menurut saya mengelola dua akun dengan fungsi yang sama (meskipun memiliki fitur yang berbeda) cukup melelahkan, saya menghapus akun Tumblr tersebut. Nah, kini saya tergerak kembali untuk membuat sebuah akun di Tumblr. Hal ini dikarenakan beberapa kesibukan yang menyita waktu saya dari menulis. Saya memfungsikan blog dan Tumblr untuk tulisan dengan jenis yang berbeda. Saya menulis mengenai hal-hal yang lebih serius dan panjang di blog. Sedangkan untuk hal-hal yang berupa catatan kecil atau pemikiran singkat, saya menulisanya di Tumblr. Nah, nantinya pemikiran singkat tersebut bisa dijadikan bahan untuk menulis. Jadi, secara tidak langsung saya menabung ide di Tumblr untuk diaktualisasikan dengan lebih matang di Blogger. Selain itu, karena Tumblr lebih mengakomodir untuk bersosial dengan lebih mudah, saya membaca tulisan dari lebih banyak orang di Tumblr. Pada saat saya memiliki akun Tumblr yang pertama, sempat ada keinginan untuk memindahkan semua post blog saya di Tumblr, namun setiap post yang memiliki tanggal kapan dipublikasikan membuat saya mengurungkan hal tersebut. Look, I put too much thought even in a simple thing just like this, haha.
Semoga saya istiqomah ya di dunia Tumblr -dan maksimal tentunya.
Tertanda, anak Tumblr kemarin sore.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Well, I don't hate comments.