Selasa, 04 Juli 2017

Mindfulness

Di perkuliahan, mindfulness dikenalkan di mata kuliah Psikoterapi sebagai salah satu teknik psikoterapi, bersandingan dengan teknik psikoterapi psikoanalisis, behavioral, humanistik, dan lain-lain. Dua konsep penting mindfulness adalah menghadirkan attention dan awareness. Intinya, kita diminta untuk sadar akan situasi dan kondisi pada saat terapi serta berkonsentrasi terhadap apa yang sedang kita lakukan -memaknai setiap kegiatan dengan menghadirkan perhatian dan kesadaran kita.

"The term "mindfulness" has been used to refer to a psychological state of awareness, the practices that promote this awareness, a mode of processing information and a character trait. To be consistent with most of the research reviewed in this article, we define mindfulness as a moment-to-moment awareness of one's experience without judgment. In this sense, mindfulness is a state and not a trait. While it might be promoted by certain practices or activities, such as meditation, it is not equivalent to or synonymous with them." - Daphne M. Davis, PhD dan Jeffrey A. Hayes, PhD.

Saya membaca singkat sebuah penelitian mengenai mindfulness sebagai terapi untuk remaja dengan ADHD, dan hasilnya signifikan. Apalagi, individu dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) ditandai dengan sulitnya memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas. Jurnalnya dapat dibaca pada link berikut.

Adjie Silarus memberikan istilah lain untuk memaknai mindfulness ini, yaitu dengan frasa sadar penuh hadir utuh. Apabila dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari (bukan dari segi kognitif) konsep mindfulness dapat kita terapkan dalam lingkungan sosial yang kita miliki, yaitu lingkungan keluarga, organisasi, pertemanan, dan yang lainnya. Apabila kita tidak mampu hadir utuh dalam setiap lingkungan tersebut, khususnya dalam pertemuan-pertemuan yang ada, kita dapat melakukan kompensasi degan sadar penuh : sadar penuh untuk menghadirkan pikiran kita pada saat-saat yang ada, sadar penuh bahwa kita memiliki tanggung jawab yang menunggu, dan sadar penuh untuk selalu memberikan ide-ide terbaik.

Ada berbagai metode yang dapat dilakukan untuk menjalankan teknik ini, misalnya mindful eating, mindful breathing, mindful walking, dan lain-lain. Dalam metode-metode tersebut, kita diminta untuk secara sadar menghadirkan diri kita secara penuh untuk melakukan ativitas-aktivitas tersebut. Misalnya ketika kita melakukan mindful breathing, kita menghirup dan mengeluarkan napas perlahan serta merasakan tubuh dan napas kita. Ketika dijelaskan di kelas, sekilas saya memandang teknik dan metode ini sedikit weird dan perlu dipertanyakan keilmiahannya. Tapi setelah dosen menjelaskan lebih lanjut, metode-metode ini apabila dilakukan secara berkepanjangan, dapat menjadikan kita tidak rentan terhadap stres dan mudah fokus karena kognitif kita terlatih untuk ada dalam keadaan netral. Berbeda dengan konsep tenang dan damai yang menunjukkan kondisi emosi di bawah titik normal. Keadaan mindful menggambarkan kondisi emosi pada titik netral.

Di samping mindful eating, mindful breathing, dan mindful walking, terdapat metode terapi mindfulness yang lain, yaitu mindful awareness in daily activity. Sama seperti metode mindful meditation yang lain, bedanya metode ini dilakukan di kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika kita menyikat gigi, menyetir, menulis. Kita memaknai dengan sungguh-sungguh apa yang sedang kita kerjakan. Di luar kepentingan terapi untuk menyelesaikan masalah atau gangguan, saya melihat metode ini bisa membantu kita untuk lebih maksimal dalam melakukan setiap aktivitas. Kita menjadi tidak asal-asalan dalam melakukan apapun. Dengan mengingat untuk melakukan setiap hal (termasuk hal-hal kecil) dengan sebaik-baiknya, kita dapat belajar untuk menghadirkan diri kita dalam setiap aktivitas kita, khususnya dalam kewajiban-kewajiban yang harus kita emban.

Terkadang kita tidak menyadari apa yang sudah kita lewatkan setelah kita benar-benar melewatkannya dan merasakan bahwa kita belum memaksimalkan diri pada hal tersebut. Nah, apabila dimaknai lebih jauh, kita dapat mengambil konsep utama mindfulness ini untuk sadar penuh dan hadir utuh, baik pada aktivitas sederhana seperti makan, menulis, membaca atau yang lebih kompleks dalam bersosial. Bukan hanya mengusahakan, namun sebaik-baiknya mengusahakan. Sebab, kata Kurniawan Gunadi, yang membedakan setiap individu adalah daya juangnya, bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.