Minggu, 30 Desember 2018

Berandai-Andai

Di kepulangan kali ini, aku kembali dengan banyak hal yang telah aku selesaikan dan bersama dengan itu, aku mendapat banyak pembelajaran. Suasana yang begitu berbeda di kota rantau dan kota asal membuatku harus beradaptasi kembali. Aneh rasanya, mencoba mengenali lagi tempat kita bermula pertama kali. Tanpa sadar, aku membandingkan perbedaan kondisi keduanya. Lalu, gambaran-gambaran yang selama ini kabur di kepalaku dan aku nafikan kehadirannya, terbayang menjadi semakin jelas. Ya, pengandaian-pengandaian itu.

Jika boleh, hari ini aku ingin berandai-andai sedikit. Sedikit saja : bahwa jika semuanya berbeda, saat ini Ayah pasti akan bertanya, "Sudah dihubungi murobbi baru belum?", bahwa jika jalannya tak sama, malam nanti Ibu pasti berbisik, "Bangun, tahajjud dulu yuk.", bahwa jika ceritanya lain, saat ini adik pasti berkata, "Yaudah sini, ayo muraja'ah sama aku.".

Aku memahami bahwa jika aku berproses, mereka pun berproses. Entah kusadari atau tidak. Lagipula, banyak hal yang lebih bisa aku syukuri dibandingkan aku sayangkan. Seorang ustadzah pernah berpesan kepadaku "Kerjakan sebaik mungkin apa yang menjadi kewajibanmu dan niatkan karena Allah. Jika Allah mengizinkan, semua itu bisa menjadi wasilah untuk kamu sekeluarga mengenal Islam dengan lebih baik dan menuju surga.". Maka, mungkin itu yang menjadikanku selalu menguatkan diri untuk istiqamah. Semoga.

Aku tahu jika aku terus berandai-andai, semuanya takkan usai. Bukankah sebuah keresahan ada agar kita bisa menciptakan hal-hal baik yang selama ini tiada? Semoga nanti, semuanya bukan hanya harapan yang ada di dalam hati, dan kalimat-kalimat itu tidak menjadi angan belaka yang ada di kepala.

Jika ini adalah cemburu, semoga ini adalah cemburu yang baik : yang menumbuhkan cinta bukan mematikan rasa, yang mengajak melangkah bersama bukan meninggalkan sendirian, dan yang dikarenakan iman bukan hasutan syaitan. Mungkin nanti dengan seizin Allah, Ayah dan Ibu akan berpesan, "Jadi yang baik, yang shalihah ya.", lalu bersama menetap di surga-Nya. Allahuma aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.