Aku menutup buku-buku di hadapanku. Kemudian mengemas buku yang berisi sederet angka dan rumus itu. Seperti orang kebanyakan, aku memang tak pandai di mata studi ini, sebentar saja sudah membuatku jenuh. Aku menelungkupkan telapak tanganku di wajah sebentar, menggendong tasku, dan bersiap pulang.
"Katya!"
"Eh?"
"Ntar cek twitter ya, sekitar jam empat."
"Ada apa emang?"
"Udah, nanti liat aja sendiri. Ada yang harus kamu liat!"
"Oh, oke."
"Oya, terus nulis sajak ya."
"Kenapa emang?"
"Sajakmu bagus, seneng gitu bacanya, udah banyak yang muji kan? Kalo pujian bisa jadi duit, kamu udah kaya kali."
"Haha, tumben ngelucu? Biasanya jayus."
"Kurang ajar."
Ario, belum pernah ia sesemangat ini. Dan, dia memanggilku dengan sebutan kamu? Eh, kamu? Aku semakin penasaran. Beberapa hari lalu, kuceritakan ia tentang sajak-sajakku. Ya, dalam 140 karakter itu. Bahkan sudah kuceritakan dengan detail siapa yang selalu ada di dalamnya. Bahkan, dia memujinya. Tak mungkin ia tak tahu. Dia sendiri.
Pukul setengah lima, aku sedikit terlambat. Ku ketik twitter.com dan ku masukkan username pada kotak biru itu. Aha, home! Ku buka mention, ada satu yang baru, dari Ario.
@ario @katyareta udah liat, Kat? Pokoknya besok aku traktir!
Kuketik /ario pada kotak link. Sedikit lama, aku semakin penasaran dengan apa yang disembunyikannya. Ada apa ya? Semoga saja seperti yang kuharapkan. Dia merubah bionya dan memasukkan namaku di dalamnya.
Aha, Ario Pratama. Ku perhatikan satu persatu. Bionya, masih tetap, just like a nasi goreng spesial. Dasar orang aneh. Mungkin bukan disitu. Tweet pertama, kedua, ketiga tak ada yang spesial. Tweet pada baris ke lima...
@ario RT @larasati I'm taken by you too babe :) RT @ario Finally taken by @larasati
Aku tertawa kecil. Ku ketik sebuah tweet baru sebagai balasan untuk Ario.
@katyareta @ario kenyang nih besok, longlast! Ajakin jalan, jangan dikasih cinta doang:))
Aku tertawa kecil. Ku ketik sebuah tweet baru sebagai balasan untuk Ario.
@katyareta @ario kenyang nih besok, longlast! Ajakin jalan, jangan dikasih cinta doang:))
Ku klik tweet. Aku tersenyum. Kurasakan ada yang jatuh menetes membasahi keyboard hitamku. Ah, apa ini? Bukan, bukan air mata.
Log out.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Well, I don't hate comments.