Pertama.
Aku terbangun di bibir pantai, mengusap mataku dengan bingung. Beberapa saat aku ingat, aku memang sedang berlibur disini bersama keluargaku. Sambil berdiri, aku menggosok kedua telapak tanganku, aku kedinginan. Ah, mungkin efek bermain air tadi.
Tapi, seperti ada yang hilang.
Saat aku hendak melangkah. Segerombolan orang yang tak asing berlari kearahku beramai-ramai. Beberapa diantaranya sambil menangis, Ibuku salah satunya. Ada apa ini? Mereka berlari dan berhenti tepat di belakangku. Ku lihat, mereka membopong seseorang dengan kepala berlumur darah dan eh…mengenakan pakaian yang sama denganku.
Tunggu sebentar, itu aku?
Saat itu aku tahu, kakiku tak napak di tanah.
Seketika, semesta kembali gelap.
Kedua.
Aku terbangun dengan posisi berbaring, lagi, kali ini dengan rasa lelah yang luar biasa. Di depan mata, terdapat lampu putih yang menyilaukan. Beberapa wanita melihatku sambil menangis, kenapa aku harus selalu disambut dengan tangis sih? Beberapa orang lagi melihat ke arahku dengan wajah bahagia-histeris, seakan aku ini sedang telanjang. Salah satu dari mereka membopongku dan dan memandikanku. Aku baru sadar, aku memang sedang telanjang.
Mereka menyelimutiku dengan sesuatu yang mereka sebut bedong. Tak sampai lima menit, aku sudah berpindah tangan lagi. Kali ini di tangan seorang pria paruh baya, yang sudah bersiap untuk melantunkan adzan di telingaku. Ayahku.
Ini……reinkarnasi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Well, I don't hate comments.