Menjadi dewasa bukan cuma tentang memakai dasi panjang dan berkutat dengan komputer. Juga bukan saat kau terjaga malam-malam untuk menyelesaikan tugas yang tertunda. Menjadi dewasa bukan sekedar merasakan jatuh cinta.
Jadi, kita masih kanak-kanak.
Aku masih sering menginginkan bermain dengan bola-bola berwarna atau duduk di ayunan berlama-lama. Menolak diajak pulang dan cemberut selama perjalanan. Beberapa menit kemudian aku tertidur dan bangun dengan senyum yang kembali mengembang.
Aku sering tertawa karena hal-hal sederhana. Seperti lagu-lagu gembira dan bertanya tentang cita-cita. Juga menghitung usia, seiring lilin yang tertiup di depan mata. Atau tentang cinta pertama yang terikrar di bawah pohon besar sebuah sekolah dasar.
Aku masih sering terbangun dan menangis keras-keras karena mimpi tentang monster yang keluar dari almari. Berharap mama datang dan memberiku sedikit kecupan. Hingga akhirnya, aku kembali tertidur hingga pagi dipelukannya.
Aku masih ingin sedikit nakal, bermain sepeda dan berlarian di halaman. Hingga akhirnya aku menangis sesenggukan dengan luka di lutut kanan. Kemudian, mama mengecup dan mengobati lukaku. Mama berkata semua akan baik-baik saja.
Aku belum dewasa, tapi suka mengernyit bila dipangil anak-anak. Aku merasakan jatuh cinta, tapi masih suka menangis karena luka dan patah hati.
Kita ini belum dewasa.
Jadi, jangan pikirkan tangis atau patah hati, itu masalah nanti. Karena kata mama semuanya akan baik-baik saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Well, I don't hate comments.