Kau adalah secangkir manis yang menemaniku pada gerimis tipis-tipis, hangat namun cepat dingin, tak deras namun berangin. Kau adalah perjalanan panjang dengan senandung lagu-lagu kesukaanku, terputar di sebuah radio tanpa pintaku.
Kau adalah cerita rahasia yang tak banyak orang tahu, seperti sebuah buku dan hanya aku yang ingat judulnya. Kau adalah tiga bait puisi tanpa rima, menjelma syair tak beraksara, namun setiap orang dapat mengerti makna di dalamnya.
Kau adalah suara ombak yang paling kurindu diantara bising kendaraan setiap pagi di kotaku. Kau adalah senja pada akhir September, menyelinap di jendela dengan penuh jingga yang membuat mataku sulit terbuka.
Kau adalah angin yang membantu sayapku bergerak, mengepak jelas dalam dada, namun selalu kusangkal kehadirannya, sebab aku takut sekali jatuh dan terluka. Kau adalah doa pukul tiga pagi yang berangkat dari atas sajadah menuju tujuannya, yang aku tak tahu kapan akan sampai pada tempatnya.
Kau adalah detak di jantungku, yang entah sejak kapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Well, I don't hate comments.