Rabu, 01 Januari 2014

Salam Untukmu dari Tahun Baru

(bersama Ratu Beatrix Nandia)

Perjalanan dengan kursi-kursi kosong dan keramaian kota,
juga nama yang sama di ujung tahun berbeda.

Perlu kukatakan bahwa bunga api di langit itu
bagaikan senyumnya setelah lama
terhalang raksasa jarak yang telentang.

Seiring doa tentangmu yang mengudara
bersama letup kembang api yang hingar dalam dada,
selaju dengan para menit dan detik malam ini,
adalah aku yang menemukanmu lagi
dalam samudra ingatan.

Aku yang menantimu bersama pancang dermaga,
untukmu yang kan diantar Pemilik Alam Semesta.
Aku yang menunggumu pulang
sebagaimana keyakinanku seiring semesta
yang membahasakan para rinduku.

Begitulah aku berdoa,
untuk menjadi tempatmu berlelah; tempatmu merumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.