Minggu, 28 Desember 2014

Rasakan Saja

Panggung-panggung yang bergantian menyemarakkan malam, dari Samantha Krida hingga pinggiran Soekarno-Hatta. Masjid yang belum selesai dibangun, namun tetap menaungi hati-hati yang tak kunjung mau mencari ampun.

Aku tak pernah tahu apakah kita melangkah ke arah berbeda atau perlahan berjalan pada setapak yang sama. Bertemu dengan pembimbing baru, teman bicara yang menyenangkan juga sosok untuk dikagumi, entah untuk sedalam apa. Sepertinya aku sedang diingatkan bahwa aku mulai berlebihan. Mungkin saja takdirku menapak bersama di sampingmu. Namun, juga ada kemungkinan yang sama untuk hanya mengikutimu dari belakang. Ketika sadar, aku merasa lebih lapang.

Sebab, rasa serupa angin yang bertiup, biarkan ia datang, tinggal dan pergi.

Pagi tak pernah menjanjikan kebaikan, hanya kesempatan. Kita memilih untuk mengambil atau melewatkan. Pilihlah yang terbaik dan berhentilah memilih saat kau sudah yakin tujuanmu ada pada apa atau siapa. Namun, saat kau belum yakin, bijaklah dalam menyikapi apa yang kau hadapi, tidak berlebihan dan tidak berkekurangan.

Jalanan basah dan payung-payung yang dibentangkan sekitar pukul tiga sore. Kepanitiaan dan organisasi baru yang mengenalkan wajah serta kepribadian berbeda. Hati yang mulai berbolak-balik dan menjadi tak sama.

Rasakan saja.

Secukupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Well, I don't hate comments.